Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

BPN Kota Kupang Diminta Klarifikasi, Tanah 1,5 Hektare di Naioni Diduga Dijual Meski Sertifikat Milik Orang Lain

Gambar
Tanah di Kelurahan Naioni, Kota Kupang, yang dipersoalkan pemilik sah, Aprianus Lona, terkait penerbitan sertifikat dan penjualan. KUPANG , XDetiik.com – Kasus sengketa tanah di Kota Kupang kembali memunculkan pertanyaan soal administrasi pertanahan. Lahan seluas 15.000 meter persegi (1,5 hektare) di RT.04/RW.02, Kelurahan Naioni, dilaporkan berpindah tangan tanpa sepengetahuan pemilik sah, Aprianus Lona, meski sebagian sudah memiliki sertifikat. Aprianus menuturkan tanah tersebut merupakan warisan keluarga. “ Saya dapat tanah ini dari nenek, luasnya 15.000 meter persegi. Tapi sebagian sudah dijual oleh pihak lain tanpa sepengetahuan saya ,” ujarnya kepada tim media, Minggu (7/9/2025). Ia menambahkan, ia sendiri hanya menjual 13 kapling secara resmi, tiga di antaranya bersertifikat. Namun saat mengecek ke BPN pada Maret 2025, ia justru menemukan nama orang lain tercatat di tanah miliknya. “ Pihak BPN bilang tanah saya ini atas nama Swito. Padahal jelas tanah itu milik saya ,” je...

Diskusi Publik: WALHI NTT dan Masyarakat Adat Sumba Barat Deklarasi Sabana Jadi Ekosistem Esensial

Gambar
Tokoh adat, pemerintah, dan WALHI NTT usai membacakan deklarasi dukungan sabana sebagai ekosistem esensial di Kampung Rate Wana, Sumba Barat. WAIKABUBAK, XDetiik.com – Masyarakat adat Sumba Barat menegaskan komitmennya menjaga warisan leluhur dan lingkungan hidup. Dalam diskusi publik bertema “Urgensi Keadilan Ekologis di Pada Eweta Manda Elu”, mereka sepakat mendorong sabana ditetapkan sebagai ekosistem esensial. Kegiatan ini digelar WALHI NTT di Kampung Rate Wana, Kabupaten Sumba Barat, Jumat (5/9/2025). Diskusi menghadirkan tokoh adat, pemerintah, akademisi, dan organisasi lingkungan. Mereka menekankan perlunya kolaborasi untuk menjaga keseimbangan antara budaya, adat istiadat, dan pelestarian ekologi di Pulau Sumba. Ketua Marapu Sumba Barat, Rato Kornelis Bili, mengingatkan bahwa kerusakan hutan Porolombu menjadi ancaman serius. “Hutan ini dulu penyangga kehidupan. Jika dibiarkan rusak, bencana seperti longsor bisa terjadi,” katanya. Ia menegaskan ritual adat selalu mengaj...

NTT Siap Gelar "Tour The EnTeTe" Perdana, 13 Negara Ikut Meriahkan Balap Sepeda Internasional

Gambar
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat memberikan keterangan pers persiapan Tour The NTT perdana, Jumat (5/9/2025). KUPANG , XDetiik.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk pertama kalinya akan menggelar ajang balap sepeda internasional bertajuk Tour The En TeTe pada 10 September 2025. Sedikitnya 13 negara dari luar Indonesia dipastikan ambil bagian dalam event perdana ini. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, persiapan sudah hampir rampung dengan dukungan penuh pemerintah kabupaten/kota se-NTT serta sponsor utama Bank NTT bersama sejumlah BUMN. “ Ini event internasional pertama yang dibuat Pemprov NTT. Saya senang karena menjadi kerja bersama seluruh pemerintah daerah. Kita sudah siapkan semua dengan baik, termasuk alternatif rute bila terjadi kendala seperti longsor ,” kata Melki, Jumat (5/9/2025). Tour The EnTeTe akan menempuh jalur daratan Timor, Sumba, hingga Flores. Rute dimulai dari Kupang–Kefamenanu, dilanjutkan Kefamenanu–Atambua, lalu Atambu...

Bank Jatim Resmi Masuk, Bank NTT Kini Setara Bank Besar dengan Modal Inti Rp3 Triliun

Gambar
Keterangan pers Gubernur soal Bank NTT resmi mencapai modal inti Rp3 triliun dengan masuknya Bank Jatim sebagai pemegang saham. KUPANG , XDetiik.com – Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) akhirnya naik kelas. Bank ini resmi mencapai modal inti minimum Rp3 triliun setelah Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menyetor modal Rp100 miliar dan ditetapkan sebagai pemegang saham pengendali kedua. Dengan capaian tersebut, Bank NTT kini sejajar dengan bank-bank besar nasional yang lolos regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “ Masuknya Bank Jatim membuat posisi Bank NTT lebih kuat, bukan hanya memenuhi aturan OJK, tetapi juga memperkuat jaringan perbankan daerah ,” kata Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, Kamis (4/9/2025). Meski ada investor baru, Pemerintah Provinsi NTT tetap menjadi Pemegang Saham Pengendali Utama (PSP). Struktur pengelolaan bank juga diperkuat dengan tambahan tujuh direksi dan lima komisaris baru yang menunggu pengesahan OJK. Selain itu, jaba...