![]() |
| Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menyampaikan paparan terkait skema dan alokasi KUR 2026 dalam diskusi publik HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (21/2). |
KUPANG, XDetiik.com – Bank NTT kembali mendapat kepercayaan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2026 dengan total alokasi mencapai Rp350 miliar.
Namun di balik besarnya angka tersebut, Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengingatkan masyarakat agar tidak keliru memaknai program itu sebagai bantuan cuma-cuma.
Dalam forum diskusi publik Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (21/2), Charlie menegaskan KUR adalah skema pembiayaan yang wajib dikembalikan.
“KUR itu kredit, bukan hibah. Artinya harus dipakai untuk usaha produktif dan dikembalikan sesuai perjanjian. Tidak bisa untuk kebutuhan konsumtif seperti beli mobil atau keperluan pribadi,” ujarnya.
Menurutnya, peran KUR ibarat stimulan bagi pelaku usaha kecil agar mampu berkembang dan naik kelas. Karena itu, penyalurannya harus tepat sasaran, terutama bagi usaha yang benar-benar membutuhkan tambahan modal.
“Anggaran pemerintah terbatas. Yang usahanya sudah kuat sebaiknya tidak lagi bergantung pada KUR. Beri ruang bagi pelaku usaha baru yang sedang bertumbuh,” tegasnya.
Dari total Rp350 miliar yang dialokasikan untuk 2026, sebesar Rp50 miliar disiapkan khusus untuk pekerja migran asal NTT. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan awal seperti pelatihan, pengurusan dokumen, tiket perjalanan hingga biaya hidup sebelum menerima penghasilan.
Selain itu, KUR 2026 juga difokuskan untuk mendorong sektor-sektor produktif, terutama pertanian dan peternakan, guna memperkuat ketahanan pangan daerah. Charlie menilai NTT masih menghadapi tantangan defisit produksi pangan meski memiliki potensi sumber daya alam yang besar.
Skema KUR yang ditawarkan memiliki bunga sekitar 6 persen dengan plafon pinjaman hingga Rp100 juta tanpa agunan. Sementara untuk pinjaman di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta tetap mensyaratkan jaminan sesuai ketentuan yang berlaku.
Charlie menjelaskan, KUR terdiri dari dua jenis pembiayaan, yakni kredit modal kerja untuk operasional usaha dan kredit investasi untuk pembelian aset tetap.
Dengan dukungan 222 jaringan kantor yang tersebar di seluruh wilayah NTT, Bank NTT berupaya memperluas akses pembiayaan hingga ke tingkat kecamatan.
Meski mengakui masih ada kekurangan dalam pelayanan, pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas layanan agar penyaluran KUR benar-benar berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin KUR ini benar-benar menjadi pendorong tumbuhnya usaha produktif di NTT, bukan sekadar angka penyaluran,” pungkasnya.
Pace**
